120 Anak Berkebutuhan Khusus Rayakan HAN Bersama Pertamina EP Rantau, Penampilan Bocah Tunanetra Bikin Haru Tamu Undangan

Aceh Tamiang166 Dilihat

Aceh Tamiang, inspirasipublik.news

Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang, Kamis (30/7). Sebanyak 120 anak berkebutuhan khusus merayakan hari istimewa mereka bersama PT Pertamina EP Rantau Field melalui berbagai kegiatan yang sarat semangat inklusivitas.

Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi gelak tawa. Anak-anak didampingi orang tua dan guru mengikuti senam ceria, lomba mewarnai, pertunjukan seni hingga fashion show. Mereka bahkan berbaris rapi menyambut kedatangan Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, serta Ketua Tim Penggerak PKK dan TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir.

Momen penyambutan terasa istimewa ketika Tomi menyapa para siswa menggunakan bahasa isyarat yang sengaja dipelajarinya sebelum menghadiri kegiatan tersebut. Sapaan sederhana itu langsung disambut senyum dan tepuk tangan para siswa.

“Setiap anak adalah lentera bagi kehidupan dan bangsa ini. Tugas kita bersama memastikan mereka memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta ruang untuk mengembangkan potensi terbaiknya,” ujar Tomi.

Ia menegaskan, Pertamina EP Rantau Field terus berkomitmen menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM), terutama dalam pemenuhan hak-hak anak melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus.

Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan telah mendampingi SLBN Pembina Aceh Tamiang melalui berbagai program, di antaranya Kelas Berdaya dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Program tersebut dirancang agar anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar yang setara sekaligus memiliki ruang menyalurkan bakat dan kreativitasnya.

Puncak acara berubah menjadi momen yang sulit dilupakan ketika Sayed Rahmad Tuikram, seorang siswa tunanetra, melangkah ke atas panggung. Dengan suara yang lembut namun penuh penghayatan, ia membawakan lagu Ayah.

Suasana aula yang semula riuh mendadak hening. Sejumlah tamu undangan tampak menundukkan kepala, sementara sebagian lainnya menyeka air mata.

Lagu itu bukan sekadar penampilan. Bagi Sayed, setiap bait memiliki makna mendalam. Ia telah kehilangan ayahnya sejak berusia enam tahun akibat penyakit kelenjar getah bening. Kerinduan kepada sosok sang ayah selama ini ia tuangkan melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan kecintaannya terhadap dunia tarik suara.

Di balik keterbatasannya, prestasi Sayed terus bersinar. Berkat dukungan lingkungan belajar yang inklusif di SLBN Pembina Aceh Tamiang, ia berhasil meraih Juara I Vocal Solo Putra pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Aceh.

Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam sambutannya, ia berbagi pengalaman pribadi membesarkan anak berkebutuhan khusus yang telah berpulang pada usia 23 tahun.

“Tidak berbeda dengan ibu-ibu semua, Allah juga pernah menitipkan kepada saya seorang anak berkebutuhan khusus. Saya memahami bagaimana perjuangan mendidik mereka karena saya sendiri menjadi guru bagi anak saya di rumah,” tutur Marlina.

Ia mengenang, pada masa konflik Aceh fasilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus masih sangat terbatas. Kini keberadaan SLBN di berbagai daerah menjadi harapan baru bagi keluarga untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.

“Saya sebenarnya dijadwalkan memperingati Hari Anak Nasional di Banda Aceh. Namun saya memilih hadir di SLBN Pembina Aceh Tamiang karena pernah berjanji akan kembali. Saya bahagia melihat anak-anak di sini tampil percaya diri menunjukkan bakatnya,” katanya.

Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depannya,” peringatan HAN tahun ini diikuti sekitar 120 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA serta 70 tenaga pendidik.

Melalui kegiatan tersebut, Pertamina EP Rantau Field menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemenuhan hak anak dan pendidikan inklusif sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat yang dijalankan di wilayah operasional perusahaan di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1.
(Red)