50 Ribu Mushaf Al-Qur’an Bantuan Saudi Mengalir ke 17 Daerah Terdampak Bencana di Aceh

Aceh155 Dilihat

Aceh Tamiang, Inspirasipublik.news

Kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana terus mengalir. Sebanyak 50.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an bantuan Kerajaan Arab Saudi disalurkan Pemerintah Aceh untuk 17 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Aceh.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Kamis (20/8/2026).

Kabupaten Aceh Tamiang dipercaya menjadi lokasi fasilitasi penyerahan bantuan tersebut. Melalui Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang, puluhan ribu mushaf selanjutnya akan didistribusikan kepada Dinas Syariat Islam di masing-masing kabupaten/kota penerima.

Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh dan Kerajaan Arab Saudi atas perhatian serta kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana hidrometeorologi.

Armia mengungkapkan, Aceh Tamiang sebelumnya menerima sebanyak 100.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an dari bantuan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 50.000 eksemplar telah didistribusikan kepada masyarakat Aceh Tamiang.

Sementara 50.000 eksemplar lainnya untuk sementara disimpan di GOR Aceh Tamiang sebelum disalurkan ke kabupaten/kota lain yang terdampak bencana.

Menurut Armia, bantuan tersebut bukan sekadar distribusi kitab suci, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Aceh.

“Al-Qur’an menjadi penyokong utama tegaknya syariat Islam. Mudah-mudahan pendistribusian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syariat Islam di Aceh,” ujar Armia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan, penyaluran mushaf tersebut merupakan agenda yang telah lama direncanakan dan baru dapat direalisasikan pada Kamis ini.

Ia meminta agar bantuan tersebut segera didistribusikan sehingga dapat langsung dimanfaatkan masyarakat, khususnya masjid dan dayah yang terdampak bencana.

“Mushaf Qur’an ini harus segera kita distribusikan agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Fadhlullah.

Selain penyaluran mushaf, Fadhlullah menegaskan Pemerintah Aceh tetap memberikan perhatian serius terhadap penanganan dampak bencana di seluruh kabupaten/kota terdampak.

Ia meminta Bupati Aceh Tamiang menyiapkan seluruh rencana penanganan, termasuk berbagai kendala dan persoalan yang masih dihadapi masyarakat pascabanjir.

Seluruh persoalan tersebut, kata dia, nantinya dapat disampaikan dalam rapat bersama Satgas PRR yang akan digelar dalam waktu dekat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Misran Fuadi menjelaskan, mushaf bantuan tersebut akan diprioritaskan untuk masjid dan dayah yang terdampak bencana.

Jumlah bantuan yang diterima masing-masing daerah tidak disamaratakan. Distribusinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta luas wilayah yang terdampak bencana.

Dengan demikian, bantuan mushaf tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kepedulian, tetapi benar-benar hadir kembali di tengah masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan fasilitas keagamaan akibat bencana.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, kehadiran bantuan Al-Qur’an menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghidupkan kembali aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat semangat masyarakat untuk bangkit.
(Edwin)