HKG PKK ke-54, Yulinda Sayuti: Program Harus Hadir dan Dirasakan Keluarga

Aceh32 Dilihat

Banda Aceh, An.Faisal Al-Mubarok Wartawan Inspirasipublik.news

Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026), menjadi ruang bagi jajaran PKK se-Aceh untuk kembali melihat sejauh mana program pemberdayaan keluarga berjalan di tengah masyarakat.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, turut hadir dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan Rakon TP PKK Aceh dan Rakorda Dekranasda Aceh tersebut.

Kegiatan mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

Sejumlah unsur pemerintahan dan jajaran TP PKK Aceh hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Plt. Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, S.T., M.Si., unsur Forkopimda Aceh, serta pengurus TP PKK dari kabupaten/kota.

Peringatan HKG tidak hanya diisi dengan agenda seremonial. Rangkaian kegiatan juga memuat penyampaian sejarah singkat PKK, paparan capaian TP PKK Aceh, serta sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat yang dibacakan Staf Ahli TP PKK Aceh, Ny. Mukarramah Fadhlullah.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua TP PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir, sekaligus pembukaan Rakon TP PKK Aceh dan Rakorda Dekranasda Aceh.

Di sela kegiatan tersebut, Yulinda Sayuti juga menerima plakat atas partisipasi dan biaya pembinaan bagi GAMMAWAR (Gampong Mawaddah Warahmah) Tahun 2025. Penghargaan itu diserahkan langsung Ketua TP PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir.

Bagi Yulinda, HKG PKK tidak semestinya berhenti sebagai peringatan tahunan. Lebih penting dari itu adalah bagaimana momentum tersebut menjadi kesempatan bagi kader untuk kembali melihat kebutuhan keluarga dan masyarakat yang menjadi sasaran program.

“HKG menjadi momentum untuk melihat kembali peran dan kontribusi kader PKK dalam mendukung keluarga. Yang penting bagaimana program PKK dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yulinda.

Ia menilai, koordinasi antarkader serta pertukaran pengalaman menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan program di daerah.

Apa yang diperoleh dalam forum tingkat provinsi, kata Yulinda, dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi TP PKK Kota Lhokseumawe dalam menjalankan program di lapangan.

“Kami terus mendorong kader PKK di Lhokseumawe untuk aktif, kreatif, dan mampu menyesuaikan program dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Menurut Yulinda, kebutuhan masyarakat terus berkembang. Karena itu, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK juga perlu dilakukan secara dinamis agar keberadaannya benar-benar dirasakan keluarga.

Keikutsertaan TP PKK Kota Lhokseumawe dalam HKG PKK ke-54 di Banda Aceh sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kader PKK dan pemerintah daerah.

Dari forum tersebut, semangat yang dibawa pulang bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi juga pengalaman dan gagasan yang diharapkan dapat diterapkan kembali di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan program PKK tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari seberapa jauh manfaatnya sampai ke keluarga — tempat pertama berbagai upaya pemberdayaan itu bermula.