An.(RK) Wartawan inspirasipublik.news
Aceh Tamiang — Partai Golkar Aceh Tamiang kembali mempercayakan kepemimpinan kepada Adriadi, SE. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Tamiang dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI yang berlangsung di Karang Baru, Minggu (23/8/2026).
Aklamasi tersebut menjadi penanda kuatnya dukungan internal partai. Adriadi menjadi calon tunggal setelah memperoleh dukungan penuh dari 12 Pengurus Kecamatan (PK), organisasi sayap, serta organisasi pendiri Partai Golkar di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dengan mandat tersebut, Adriadi kembali dipercaya menakhodai Partai Golkar Aceh Tamiang untuk periode kepengurusan 2025–2030.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Adriadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menilai amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab untuk membawa Golkar semakin kuat, solid, dan dekat dengan kepentingan masyarakat.
«“Alhamdulillah, atas dukungan dan kepercayaan penuh dari seluruh Pengurus Kecamatan, organisasi sayap, dan organisasi pendiri Partai Golkar Aceh Tamiang yang kembali mengamanahkan saya memimpin untuk periode 2025–2030,” ujar Adriadi.»


Kursi DPRK Jadi Target Berikutnya
Di bawah kepemimpinannya, Adriadi mengaku tidak ingin sekadar mempertahankan capaian yang telah diraih. Konsolidasi organisasi akan diperkuat hingga tingkat akar rumput, sementara berbagai program periode sebelumnya yang belum selesai akan dilanjutkan dan dituntaskan.

Salah satu sasaran politik yang menjadi perhatian utama adalah meningkatkan keterwakilan Partai Golkar di DPRK Aceh Tamiang pada Pemilu Legislatif mendatang.
Adriadi menyebut capaian periode sebelumnya menjadi pijakan penting. Jumlah kursi Golkar di DPRK Aceh Tamiang berhasil bertambah dari dua menjadi empat kursi.
Capaian itu, kata dia, harus menjadi modal untuk kembali mendongkrak perolehan kursi pada kontestasi legislatif berikutnya.
«“Pada periode kepemimpinan saya sebelumnya, kursi Partai Golkar di DPRK Aceh Tamiang berhasil meningkat dari dua kursi menjadi empat kursi. Pencapaian itu akan terus kita tingkatkan pada Pileg mendatang,” tegasnya.»
Tidak berhenti pada target legislatif, Adriadi juga mulai membuka arah politik Golkar menuju Pemilihan Bupati Aceh Tamiang mendatang.
Ia optimistis kader terbaik Golkar dapat tampil sebagai kandidat dan memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Aceh Tamiang.
«“Kita yakin pada Pilkada mendatang akan muncul calon Bupati Aceh Tamiang dari kader Partai Golkar,” ujarnya.»
Golkar Harus Hadir di Tengah Pemulihan
Lebih jauh, Adriadi menegaskan bahwa kekuatan politik tidak boleh hanya hadir ketika momentum pemilu tiba. Dalam situasi Aceh Tamiang yang masih berbenah setelah diterpa bencana hidrometeorologi, partai politik dituntut mengambil bagian dalam proses pemulihan.
Menurutnya, rehabilitasi infrastruktur, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga kebangkitan sektor pertanian merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Pemerintah daerah, kata Adriadi, tidak mungkin memikul seluruh beban pemulihan seorang diri. Karena itu, Partai Golkar harus mampu menerjemahkan kekuatan politiknya menjadi kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pemulihan pascabencana bukan pekerjaan satu pihak. Pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk partai politik. Golkar harus hadir dan mengambil bagian dalam setiap upaya membangun kembali Aceh Tamiang agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Musda VI tidak semata-mata menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan partai. Lebih dari itu, Musda harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan langkah kader, sekaligus mempertegas kontribusi Golkar dalam pembangunan daerah.
Adriadi berharap kepengurusan yang akan datang mampu melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas, integritas, loyalitas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Salim Fakhry Apresiasi Capaian Adriadi
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, M. Salim Fakhry, yang membuka Musda VI DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang, turut memberikan apresiasi terhadap capaian organisasi di bawah kepemimpinan Adriadi.
Menurut Salim, peningkatan jumlah kursi Partai Golkar di DPRK Aceh Tamiang dari dua menjadi empat kursi merupakan indikator bahwa konsolidasi organisasi telah memberikan hasil.
Capaian tersebut, kata dia, harus dipertahankan sekaligus dijadikan pijakan untuk menghadapi pertarungan politik berikutnya.
«“Peningkatan perolehan kursi legislatif menjadi bukti kemajuan organisasi di bawah kepemimpinan Adriadi dan diharapkan menjadi modal untuk menghadapi kontestasi politik mendatang,” kata Salim.»
Salim juga meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar Aceh Tamiang memperkuat soliditas serta tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia secara khusus mendorong para legislator Partai Golkar untuk mengoptimalkan fungsi legislasi dan pengawasan dalam mengawal berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan percepatan pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
“Pembangunan Aceh Tamiang tidak bisa dilakukan sendiri. Seluruh elemen partai harus berpartisipasi,” tegasnya.
Menurut Salim, keberadaan kader Golkar di lembaga legislatif harus mampu menjadi jembatan antara kepentingan masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah. Fungsi politik tidak cukup hanya berbicara soal kekuasaan, tetapi juga harus diterjemahkan dalam bentuk pengawasan, pengawalan anggaran, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
Musda VI DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang akhirnya bukan hanya menjadi momentum peneguhan kembali kepemimpinan Adriadi, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat mesin organisasi menghadapi agenda politik mendatang sekaligus memperbesar kontribusi Golkar dalam pemulihan dan pembangunan Aceh Tamiang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan partai politik, jajaran pengurus Partai Golkar, organisasi sayap, organisasi pendiri, serta para kader Partai Golkar Aceh Tamiang.












