Lhokseumawe, An.Faisal Wartawan Inspirasipublik.news
Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kota Lhokseumawe menetapkan Nila Rufaida, SH, SPN, kembali memimpin partai berlambang pohon beringin itu untuk periode mendatang. Ia terpilih secara aklamasi dalam musda yang berlangsung di Harun Convention Hall, Cunda, Lhokseumawe, Senin (12/10/2026).
Keputusan bulat tersebut menjadi penanda berlanjutnya kepercayaan kader terhadap kepemimpinan Nila Rufaida. Namun, di balik dukungan tanpa pemungutan suara itu, terbentang pekerjaan rumah yang tidak ringan, memperkuat konsolidasi internal sekaligus memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam sambutannya, Nila menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader dan pengurus yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menyadari, terpilih secara aklamasi bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Terpilih secara aklamasi tentu menjadi amanah besar yang harus saya pertanggungjawabkan kepada seluruh kader dan masyarakat,” ujar Nila.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan Partai Golkar hingga ke tingkat gampong. Baginya, kekuatan partai tidak cukup diukur dari keberadaan struktur organisasi, tetapi juga dari sejauh mana kader mampu hadir, membangun komunikasi, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Insyaallah, saya siap mengemban tugas ini. Saya bertekad mengibarkan bendera Partai Golkar tidak hanya di kota, tetapi sampai ke pelosok-pelosok desa dan gampong, agar kehadiran partai ini benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Nila juga mengajak seluruh kader untuk mengesampingkan perbedaan dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting untuk membangun partai yang peduli dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi warga Lhokseumawe.
“Mari kita bergandengan tangan, bersatu, dan bekerja keras menjadikan Golkar partai yang selalu hadir, peduli, dan melayani warga Lhokseumawe,” ajaknya.
Terpilihnya kembali Nila melalui mekanisme aklamasi membuka jalan bagi kepengurusan mendatang untuk melanjutkan konsolidasi organisasi. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kepercayaan kader menjadi kerja nyata, memperkuat basis hingga ke gampong, serta menjaga kedekatan partai dengan masyarakat.
Sebab, bagi sebuah partai politik, kepercayaan tidak berhenti pada keputusan musyawarah. Kepercayaan harus dirawat melalui kerja, kehadiran, dan keberpihakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.












