Banjir Berlalu, Kelompok Tani Pertamina EP Rantau Cabai Bersemi Kembali di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang49 Dilihat

Aceh Tamiang. An.(RK) Inspirasipublik.news

Banjir besar yang menerjang Aceh Tamiang akhir tahun lalu sempat membuat lahan pertanian tak berdaya. Namun, waktu dan kerja keras perlahan mengembalikan harapan.

Di atas lahan seluas 1,8 hektare di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, kini warna hijau tanaman cabai kembali menghiasi lahan yang sebelumnya terdampak banjir.

Selasa (29/9), Kelompok Tani Tunas Muda binaan Pertamina EP Rantau Field menggelar panen cabai perdana pascabanjir. Panen tersebut menjadi penanda bangkitnya kembali aktivitas pertanian sekaligus sumber penghidupan masyarakat setelah bencana.

Pemulihan lahan pertanian itu mendapat dukungan Pertamina EP Rantau Field melalui Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM), mulai dari restorasi lahan, sarana produksi pertanian hingga bantuan 6.000 bibit cabai dan 500 bibit tomat.

Panen perdana tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Pjs Field Manager Pertamina EP Rantau Field Wiratno Selo Adi dan Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang Irwan Hadi.

Bagi pemerintah daerah, apa yang dilakukan Kelompok Tani Tunas Muda bukan sekadar soal memetik hasil tanaman. Lebih jauh, pemulihan lahan pertanian menjadi bagian penting dalam mengembalikan denyut ekonomi masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani yang dinilai mampu bangkit dan kembali mengelola lahan setelah diterjang banjir.

Menurutnya, pertanian memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung perbaikan lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak, khususnya Pertamina EP Rantau Field karena sudah melakukan pembinaan terhadap kelompok tani. Kami percaya pertanian menjadi kunci ketahanan pangan dan perbaikan lingkungan,” ujar Ismail.

Sementara itu, Pjs Field Manager Pertamina EP Rantau, Wiratno Selo Adi, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu bagian penting yang perlu dipulihkan setelah bencana banjir.

Sebab, bagi sebagian masyarakat, lahan pertanian bukan sekadar tempat bercocok tanam, melainkan tempat menggantungkan kehidupan keluarga.

“Pertanian menjadi sektor penting yang diprioritaskan untuk recovery masyarakat di sekitar wilayah operasi. Besar harapan agar dukungan kami dapat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup para penyintas banjir,” katanya.

Wiratno Selo Andi menambahkan, PEP Rantau yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1) terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam pengembangan program PPM yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, para petani binaan PEP Rantau Field diharapkan dapat kembali memperoleh sumber pendapatan. Di sisi lain, program itu juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah operasional.

Panen cabai di Tanjung Seumantoh akhirnya membawa pesan yang sederhana. Banjir boleh merendam lahan, tetapi tidak selamanya mampu menenggelamkan harapan.

Dari lahan yang pernah terdampak bencana, para petani kembali menanam. Dari tanaman yang dirawat dengan ketekunan, hasilnya kini mulai dipetik.

Bukan hanya cabai yang dipanen, tetapi juga harapan untuk kembali berdiri dan menghidupkan perekonomian keluarga setelah bencana.

Tentang Pertamina EP Field Rantau

PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Area operasional PEP Rantau tersebar di dua kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan puluhan desa.

PEP Rantau menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, sosial, lingkungan dan tata kelola kelembagaan guna mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.