Dari Desa Menuju Panggung Prestasi, Hendriko Dorong Olahraga Jadi Kekuatan Baru Aceh Tamiang

Aceh1950 Dilihat

Aceh Tamiang, inspirasipublik.news

Lapangan olahraga tidak semestinya hanya ramai ketika kejuaraan digelar. Dari desa, sekolah hingga tingkat kabupaten, pembinaan atlet muda harus dibangun secara berkelanjutan agar olahraga benar-benar menjadi bagian dari investasi pembangunan manusia di Aceh Tamiang.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sekber Wartawan Indonesia (DPD SWI) Aceh Tamiang, Hendriko Lubis, menilai perhatian terhadap sektor olahraga perlu diperkuat. Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, sportif dan memiliki daya juang.

Hal itu disampaikan Hendriko di Karang Baru, Rabu (19/8/2026).

“Olahraga harus kita lihat sebagai investasi masa depan. Dari lapangan olahraga, kita bisa melahirkan generasi yang disiplin, sportif dan memiliki semangat juang. Prestasi mereka nantinya bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama Aceh Tamiang,” ujar Hendriko.

Ia mengatakan, pembinaan atlet tidak boleh dilakukan secara instan dan baru dimulai ketika daerah menghadapi agenda pertandingan. Pembibitan harus berlangsung sejak dini melalui sekolah, desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten.

Hendriko menilai, banyak anak muda memiliki potensi olahraga yang besar, tetapi belum seluruhnya mendapatkan kesempatan berkembang karena keterbatasan fasilitas, pelatih maupun program pembinaan yang berkelanjutan.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, KONI, satuan pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas olahraga, dunia usaha serta insan pers untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih terarah.

“Jangan hanya mencari atlet ketika ada kejuaraan. Pembinaan harus dimulai dari bawah. Desa-desa harus menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet Aceh Tamiang,” tegasnya.

Menurut Hendriko, pembangunan sarana dan prasarana olahraga juga perlu mendapat perhatian serius, khususnya di wilayah pedesaan. Lapangan yang layak tidak hanya menjadi tempat berlatih, tetapi juga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai aktivitas yang merugikan.

Ia juga menilai keberhasilan pembinaan olahraga memiliki dampak yang lebih luas. Prestasi atlet di tingkat provinsi, nasional hingga internasional secara otomatis dapat menjadi bagian dari promosi daerah.

“Ketika atlet kita berprestasi, yang dikenal bukan hanya nama atletnya. Nama Aceh Tamiang juga ikut terangkat,” katanya.

Hendriko optimistis Aceh Tamiang memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet berprestasi apabila pembinaan dilakukan secara serius, konsisten dan terukur.

“Potensi itu ada. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk membina, fasilitas yang memadai dan komitmen semua pihak. Kalau itu berjalan bersama, olahraga bisa menjadi salah satu kekuatan yang mengangkat prestasi sekaligus memperkenalkan Aceh Tamiang lebih luas,” pungkasnya.
(Edwin)