Dari Lumpur Banjir, Tunas Muda Kembali Memetik Harapan

Aceh Tamiang34 Dilihat

Aceh Tamiang. An.(RK) Inspirasipublik.news

Banjir boleh merendam lahan, merusak tanaman dan memukul penghidupan petani. Namun, bagi Kelompok Tani Tunas Muda di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, bencana bukan alasan untuk berhenti menanam harapan.

Selasa (29/9), hamparan lahan pertanian seluas 1,8 hektare itu kembali menjadi saksi kebangkitan para petani. Untuk pertama kalinya setelah diterjang banjir besar tahun lalu, cabai hasil budidaya Kelompok Tani Tunas Muda mulai dipanen.

Panen perdana tersebut menjadi lebih dari sekadar aktivitas pertanian. Di balik merahnya cabai yang dipetik dari batangnya, tersimpan cerita tentang lahan yang pernah terendam, petani yang sempat kehilangan sumber penghidupan, serta proses panjang untuk kembali menghidupkan tanah yang terdampak bencana.

Pemulihan lahan tersebut mendapat dukungan Pertamina EP Rantau Field melalui Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM).

Kegiatan panen turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Pjs Field Manager Pertamina EP Rantau Field Wiratno Selo Adi, serta Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang Irwan Hadi.

Momentum itu sekaligus memperlihatkan bagaimana pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dapat berjalan bersama dalam memulihkan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menyampaikan apresiasi terhadap Kelompok Tani Tunas Muda yang dinilai mampu bangkit dan kembali mengolah lahan setelah diterjang banjir.

Menurutnya, pemulihan pertanian tidak hanya berbicara mengenai mengembalikan fungsi lahan, tetapi juga mengembalikan sumber pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Dalam proses pemulihan, Pertamina EP Rantau Field memberikan dukungan berupa restorasi lahan, sarana produksi pertanian, 6.000 bibit cabai dan 500 bibit tomat.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak, khususnya Pertamina EP Rantau Field karena sudah melakukan pembinaan terhadap kelompok tani. Kami percaya pertanian menjadi kunci ketahanan pangan dan perbaikan lingkungan,” ujar Ismail.

Bagi petani, bantuan tersebut bukan semata-mata tentang bibit dan sarana produksi. Ada kesempatan untuk kembali menghidupkan lahan yang sebelumnya terdampak banjir dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan keluarga.

Pjs Field Manager Pertamina EP Rantau, Wiratno Selo Adi, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Sebab, kata dia, tidak sedikit masyarakat di sekitar wilayah operasi yang menggantungkan kehidupan dari lahan pertanian.

“Pertanian menjadi sektor penting yang diprioritaskan untuk recovery masyarakat di sekitar wilayah operasi. Besar harapan agar dukungan kami dapat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup para penyintas banjir,” katanya.

Wiratno Selo Adi menambahkan, PEP Rantau yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 senantiasa berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, para petani binaan PEP Rantau Field diharapkan kembali memiliki sumber pendapatan sekaligus mampu berkontribusi terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah operasional.

Panen perdana itu akhirnya menjadi pesan sederhana dari tengah lahan pertanian Tanjung Seumantoh: bencana memang dapat merobohkan tanaman, tetapi tidak harus mematikan harapan.

Dari lahan yang pernah terendam, petani kembali menanam. Dari tanah yang sempat rusak, kehidupan kembali tumbuh. Dan hari itu, merahnya cabai menjadi penanda bahwa pemulihan bukan sekadar kata-kata, melainkan sesuatu yang bisa dipanen.

Tentang Pertamina EP Field Rantau

PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Area operasional PEP Rantau tersebar di dua kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan puluhan desa.

PEP Rantau menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) pada bidang ekonomi, sosial, lingkungan dan tata kelola kelembagaan guna mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.