Demi Keselamatan Anak, Wali Murid SDN Penggaron Kidul Ketuk Pintu Dinas Pendidikan

Daerah130 Dilihat

Semarang, Inspirasipublik.news

Semangat baru menyambut tahun ajaran baru di SDN Penggaron Kidul, Jalan Kyai Morang X1, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS )Jumat 17/7/2026.

Tim penggerak wali murid kelas 5 yang menyambangi sekolah itu tidak bisa menutup mata. Di beberapa ruang kelas, tembok retak panjang. Plafon eternit sebagian sudah runtuh dan bergelantungan.

“Jujur kami takut. Setiap lihat retakan di tembok dan eternit yang jatuh, hati ini rasanya nggak tenang,” ujar Hafizah, salah satu tim penggerak kelas 5.
“Kami mohon dengan sangat kepada Dinas terkait. Tolong segera direnovasi. Anak-anak kami belajar di sini setiap hari. Keselamatan mereka taruhannya.”

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. SDN Penggaron Kidul dikelilingi persawahan. Tanpa pagar keliling, sekolah terasa terbuka dan rawan.

“Kami juga berharap ada pagar sekolah. Bukan apa-apa, ini demi keamanan anak-anak dan aset sekolah. Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita inginkan,” tambah Hafizah.

Kepala SDN Penggaron Kidul, Hariani S.Pd, yang ditemui awak media membenarkan kondisi tersebut. Di hari yang sama, sekolah sedang menggelar MPLS dengan menghadirkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Penggaron Kidul.

“Tujuannya mengenalkan anak pada lingkungan baru yang ramah. Kami ingin sekolah ini bebas bullying, bebas pertengkaran, tempat anak merasa aman,” kata Hariani.

Namun ia juga jujur mengakui kondisi gedung.
“Memang benar, gedungnya banyak yang retak. Atapnya pun sudah ada yang roboh. Banyak orang tua yang curhat ke kami.”

Pihak sekolah mengaku sudah berulang kali mengajukan proposal renovasi ke Dinas Pendidikan. Untuk saat ini, bantuan yang cair baru untuk pembangunan pagar demi mencegah pencurian.

“Alhamdulillah tahun ini kami dapat kuota 27 siswa kelas 1, termasuk 1 siswa inklusif. Artinya anak-anak dengan kebutuhan khusus juga berhak dapat pendidikan layak di sini. Karena itu kami ingin gedungnya juga layak,” lanjutnya.

Muttahidah, wali murid lainnya kepada awak media Ia mengaku ikut khawatir , melihat banyaknya retakan pada dinding ruangan kelas dan plafon yang ternitnya gak ada

“Lihat retakan di mana-mana, eternit jatuh, kami sebagai ibu-ibu yang ngantar anak jadi was-was. Mohon kepada Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Semarang, tolong bantu renovasi dan buatkan pagar. Biar SDN Penggaron Kidul bisa lebih maju dan anak-anak belajar dengan tenang,” ucapnya lirih.

(Agus Romadhon)