Dengan Jantung Sehat, Modal Utama untuk Terus Berkarya, “Mari Budayakan Berolahraga”

Aceh Tamiang36 Dilihat

Aceh Tamiang, An.Edwin Wartawan Inspirasipublik.news

Di tengah kesibukan masyarakat mengejar pekerjaan, aktivitas, dan berbagai tuntutan kehidupan, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: kesehatan jantung.

Padahal, organ vital itu bekerja tanpa mengenal waktu. Ia terus berdetak, menopang tubuh untuk bergerak, bekerja, berkarya, sekaligus menjalani kehidupan bersama keluarga dan lingkungan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pokok perbincangan Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) sekaligus Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Aceh Tamiang, Hendriko Lubis, bersama pengamat olahraga Drs. Irfan Nur.

Percakapan keduanya tidak sekadar menempatkan olahraga sebagai aktivitas fisik atau jalan menuju prestasi. Lebih jauh, olahraga dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama kesehatan jantung.

Menurut Irfan Nur, olahraga tidak semestinya hanya dipahami dalam konteks menang dan kalah. Olahraga juga memiliki fungsi yang jauh lebih mendasar, yakni menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar.

“Olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga tubuh tetap sehat, terutama jantung. Karena ketika kesehatan terganggu, banyak hal dalam kehidupan ikut terhenti,” ujarnya.

Dari percakapan itu, pembahasan kemudian mengarah pada pentingnya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat Aceh Tamiang.

Tidak harus selalu dengan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, senam, maupun aktivitas fisik lainnya dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kebugaran, selama dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Hendriko Lubis menilai kesadaran menjaga kesehatan sebaiknya dibangun sejak dini. Masyarakat tidak seharusnya menunggu datangnya penyakit untuk kemudian mulai memberi perhatian terhadap kondisi tubuh.

“Jantung bekerja tanpa pernah meminta kita untuk berhenti. Karena itu, kita juga harus memberikan perhatian kepadanya. Olahraga, pola makan yang baik, istirahat cukup, dan pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas hidup,” ungkapnya.

Pesannya sederhana, tetapi menyentuh satu hal penting: prestasi tidak akan banyak berarti jika kesehatan diabaikan.

Seorang atlet membutuhkan tubuh yang sehat untuk mengejar prestasi. Seorang pekerja memerlukan kebugaran untuk menjalankan tanggung jawab. Orang tua membutuhkan kesehatan agar tetap dapat mendampingi keluarga.

Begitu pula masyarakat daerah membutuhkan generasi yang sehat agar mampu terus bergerak dan membangun masa depan, dengan ini marilah kita budayakan olahraga.

Karena itu, olahraga semestinya tidak hanya ramai ketika pertandingan dan perlombaan digelar. Olahraga perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
Irfan Nur juga menekankan, pembinaan olahraga di daerah idealnya berjalan beriringan dengan edukasi kesehatan.

Menjadikan olahraga sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup masyarakat secara luas, bukan lagi sekadar aktivitas musiman atau kewajiban sesaat.

“Menciptakan Lingkungan yang Sehat, ketika olahraga sudah menjadi budaya, masyarakat secara kolektif akan saling mendukung untuk hidup lebih sehat, menurunkan risiko berbagai penyakit (seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi), serta meningkatkan kualitas hidup bangsa. Singkatnya, slogan ini ingin mengubah masyarakat yang pasif secara fisik (sedentary lifestyle) menjadi masyarakat yang aktif, sehat, dan bugar melalui olahraga yang dilakukan secara konsisten,” jelasnya Drs Irfan Nur.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga memahami pentingnya menjaga tubuh sejak usia muda.

Pada akhirnya, perbincangan tersebut bermuara pada satu pesan yang sederhana: jangan menunggu jantung memberi peringatan baru kemudian kita peduli.

Sebab, kesehatan sering kali baru terasa begitu mahal ketika mulai hilang.

Dari lapangan olahraga hingga kehidupan sehari-hari, menjaga jantung berarti menjaga kesempatan untuk terus berkarya, bekerja, berkumpul bersama keluarga, mengabdi kepada masyarakat, dan mengejar cita-cita.

Jantung sehat, tubuh kuat. Olahraga hidup, masyarakat produktif.