Diduga Gunakan Material Lapuk, Rehab SDN 1 Tualang Cut Rp2,1 M Disorot Media

Aceh Tamiang4016 Dilihat

Aceh Tamiang, inspirasipublik.news – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) no.1 Tualang Cut senilai Rp.2.185.568.747 dari APBN diduga menggunakan material yang tidak layak pakai.

Pantauan media di lapangan, Sabtu (27/6/2026), sejumlah kayu yang dipasang sebagai tiang gawang atap ruang kelas tampak lapuk dan keropos.

“Kronologi Temuan di Lapangan“
SDN 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, merupakan salah satu penerima bantuan rehab dari pemerintah pusat. Plt Kepala Sekolah Eva Yanti, S.Pd, ditunjuk sebagai penanggung jawab kegiatan.

Dari hasil tinjauan, media menemukan kayu bekas digunakan sebagai penyangga struktur atas bangunan. Kondisi kayu dinilai tidak memenuhi standar konstruksi karena sudah lapuk.

“Klarifikasi Plt Kepsek“
Saat dikonfirmasi via telepon dari media, Eva Yanti membenarkan penggunaan kayu tersebut. Ia beralasan tidak ada kayu lain yang tersedia untuk penyangga gawang atap.

“Beliau juga meminta media menghubungi Ketua Komite Sekolah untuk informasi lebih lanjut sementara di papan nama struktur P2SP tidak tercantum terkait dengan komite,” ujar salah satu awak media.

Dalam komunikasi tersebut, Plt Kepsek kemudian memutuskan sambungan telepon WhatsApp. Media juga tidak menemukan Tim P2SP di lokasi saat peninjauan.

“Tuntutan Pengawasan”
Program Rp.2,1 Miliar ini seharusnya mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Apalagi menyangkut keselamatan siswa dan guru dalam jangka panjang.

Media berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dan Kejaksaan dapat turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai spesifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, Plt Kepsek belum memberikan keterangan tertulis terkait perbedaan pernyataan soal ketersediaan material.
(Red.H)