LANGKAT || Inspirasipublik.news – PT EMP Limited bersama SKK Migas dan JAPEX menggelar sosialisasi rencana pengeboran sumur migas di Aula Kantor Camat Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis 11 Juni 2026.

Acara ini dihadiri Camat Tanjung Pura Aditya, Kapolsek Iptu Mimpin Ginting, Danramil 11 Kapten Infantri Rahmat Lubis, perwakilan SKK Migas Sumbagut Angga Wijaya, Tim Drilling EMP Akmal, Humas PT EMP Ronni Lilipaly, empat kepala desa beserta perangkat dari Desa Bubun, Pematang Cengal, Pekubuan, dan Pantai Cermin. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anak yatim juga turut hadir.
Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa rencana pengeboran bukan hanya agenda perusahaan, tetapi bagian dari pembangunan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Desa Bubun Jadi Fokus
Desa Bubun dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian dalam pengembangan sektor energi di Langkat. Potensi migas di kawasan ini dinilai strategis untuk mendukung peningkatan produksi energi nasional.
Dalam sosialisasi, pihak EMP meminta masukan dan kritik dari masyarakat. Rencana pengeboran dijadwalkan mulai pertengahan Agustus 2026 dan ditargetkan selesai akhir 2027.
BPD Desa Bubun, Ibu Daniah, meminta EMP kembali melakukan sosialisasi khusus untuk menjelaskan dampak baik dan buruk pengeboran bagi warga.
Humas PT EMP, Ronni Lilipaly, merespons dengan menjelaskan bahwa pengangkutan peralatan akan dilakukan malam hari hingga tengah malam agar tidak mengganggu aktivitas warga. “Paling kami mengganggu sedikit saat armada melintas, karena menimbulkan getaran dan suara. Keamanan dan kenyamanan masyarakat jadi tanggung jawab kami. Kami akan lakukan sosialisasi lagi khusus untuk warga Desa Bubun,” ujarnya.
Angga Wijaya dari SKK Migas Sumbagut dan Akmal Armansyah dari PT EMP Gebang Limited juga memaparkan rencana kegiatan, standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Santunan untuk Anak Yatim
Di sela acara, PT EMP Gebang Limited memberikan santunan kepada anak yatim di Kecamatan Tanjung Pura. Momen ini menghadirkan suasana haru dan mengingatkan bahwa tujuan pembangunan bukan hanya mengejar angka produksi, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.
Bagi warga Tanjung Pura, kehadiran industri diukur bukan hanya dari aktivitas operasional, tetapi juga sejauh mana perusahaan berbagi dengan lingkungan sosial tempat mereka beroperasi.
Sosialisasi ini bukan sekadar tahapan administratif sebelum pengeboran. Kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi dan ruang membangun kepercayaan sebelum babak baru energi dimulai di Desa Bubun. Masyarakat berharap, ketika sumur migas mulai menembus lapisan bumi Langkat, yang mengalir bukan hanya energi untuk negeri, tetapi juga harapan baru bagi masa depan daerah dan generasi mendatang.
(Hermansyah)











