Harapan yang Disemai dari Pohon Cabai: Kisah Abdul Rozzaq, Kepala Keluarga Penyintas Banjir Sumatera

Aceh Tamiang896 Dilihat

Aceh Tamiang Inspirasipublik.news, 13 JUNI 2026 — Di tengah lahan cabai di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Abdul Rozzaq Mubaroq (38) menatap hamparan tanaman dengan mata berkaca-kaca. Sore itu, ia kembali bercerita tentang perjuangannya bangkit setelah 1,8 hektar lahan pertanian miliknya luluh diterjang banjir besar Sumatera pada November 2025.

Kampung Tanjung Seumantoh, seperti banyak wilayah lain di Aceh Tamiang, dihantam banjir bandang. Seluruh tanaman dan peralatan pertanian Rozzaq hanyut. Banjir menyisakan tumpukan lumpur setebal 30 sentimeter yang menimbun lahannya.

“Waktu awal melihat lahan ini, saya bingung mau mulai dari mana. Kadang saya berpikir bagaimana bisa memberi makan anak dan istri. Tiap malam saya pandangi wajah keluarga. Ada rasa sedih, bingung, dan gelisah bercampur jadi satu,” ujarnya sambil menyeka air mata.

Tatapan anak dan istrinya yang jadi penyemangat. Rozzaq menolak larut dalam kesedihan. Setiap hari ia tetap ke lahan, meski lumpur masih menggenang.

“Sampai di ladang saya kerjakan apa saja yang bisa. Tapi saya terus berpikir rencana menanam kembali. Saya belajar lagi. Saya baca jurnal pertanian sampai putar YouTube untuk cara mengelola lahan pascabanjir,” katanya.

Proses pemulihan lahan tak mudah. Rasa haus, lapar, dan lelah sering menyerang. Tapi Rozzaq tak mau berhenti sejenak pun di gubuk.

“Saya tidak mau berleha-leha. Kehidupan terus berputar,” tegasnya.

Setelah lumpur mulai mengering, ia menyewa traktor untuk meratakan tanah. Lahan yang sudah rata kemudian didiamkan selama 2-3 bulan. Ia yakin material lumpur sisa banjir masih bisa diolah untuk tanaman hortikultura.

Titik terang datang saat Rozzaq mendapat bantuan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertamina EP Rantau Field. Bantuan itu berupa restorasi lahan, sarana produksi pertanian, 6.000 bibit cabai, dan 500 bibit tomat. Total, Kelompok Tani Tunas Muda tempatnya bergabung menerima 10.000 bibit hortikultura.

“Alhamdulillah, dari 1,8 hektar lahan, 21 rantai sudah kembali ditanam cabai dan sayuran. Rinciannya, 13 rantai cabai rawit, 5 rantai cabai merah, dan 3 rantai sawi. Sawi sudah panen. Berkat dukungan Pertamina EP Rantau Field, saya bisa kembali memenuhi kebutuhan hidup dari lahan pertanian,” ucapnya.

Manager Community Involvement Development Regional 1 Pertamina EP Rantau Field, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan sektor pertanian adalah bagian penting yang harus dipulihkan pascabencana. Banyak masyarakat menggantungkan hidup dari lahan.

“Pertamina hadir untuk mendukung recovery para petani di sekitar wilayah operasi. Besar harapan agar dukungan kami dapat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup para penyintas banjir,” ujarnya.

Iwan menambahkan, perusahaan terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam mengembangkan PPM yang inovatif dan berkelanjutan. Lewat program ini, para petani binaan Pertamina EP Rantau Field bisa kembali punya sumber pendapatan sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah. (Edwin)