Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ketua SWI: Momentum Perkuat Peran Pers bagi Demokrasi dan Ekonomi Rakyat

Aceh Tamiang235 Dilihat

Aceh Tamiang || Inspirasipublik.news — Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei 2026, Ketua DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Tamiang, Hendriko Lubis, menegaskan pentingnya peran strategis pers sebagai pilar demokrasi sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikannya pada Minggu, (3/5/2026).

Hendriko menjelaskan bahwa pers memiliki fungsi vital sebagai sarana informasi, pendidikan dan kontrol sosial. Lebih dari itu, pers juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat serta memperkuat sistem demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, dalam ekosistem media modern, diperlukan gagasan baru yang disebut sebagai “kedaulatan informasi”. Konsep ini menekankan bahwa sebuah bangsa dikatakan berdaulat apabila mampu mengelola arus informasi secara cerdas, kritis, dan berkeadaban.

“Kebebasan pers bukan hanya menjadi pilar demokrasi, tetapi juga instrumen penting dalam memperkuat kualitas kehidupan publik. Namun, kebebasan tersebut harus diiringi dengan kedewasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa literasi yang memadai, kebebasan pers justru berpotensi menimbulkan kekacauan informasi, di mana batas antara fakta dan opini menjadi kabur. Oleh karena itu, pers dituntut untuk tetap independen, profesional, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Hendriko menilai bahwa pers memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui promosi usaha lokal dan penguatan sektor ekonomi kreatif. Pemberitaan yang inovatif dan edukatif dinilai mampu mendorong lahirnya ide-ide baru, kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kapasitas generasi muda.

“Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat mengangkat kisah inspiratif pelaku usaha, membuka akses pasar, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal,” katanya.

Hendriko menegaskan bahwa momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia harus dimanfaatkan sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas pers, tidak hanya sekadar menjunjung kebebasan, tetapi juga berintegritas dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

“Kita perlu melampaui sekadar kebebasan pers menuju kualitas pers. Pers yang berdaya, berintegritas, dan memiliki orientasi kebangsaan akan mampu memberikan pencerahan, bukan sekadar kebisingan informasi,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai evaluasi bersama terhadap arah dan masa depan pers di Indonesia.

“Pers harus menjadi suara jernih yang memandu akal sehat publik. Dengan sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat, kita optimistis ekonomi kerakyatan dan UMKM di Aceh Tamiang akan semakin maju dan berdaya saing,” pungkas Hendriko.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kebebasan pers demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

(Edwin)