Hujan Mengguyur Tanjung Pura, Puluhan Keluarga Mulai Terendam

Berita Polri18 Dilihat

Langkat, An.Hermasyah wartawan inspirasipublik.news

Hujan yang mengguyur Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (7/9/2026), membuat debit sejumlah sungai meningkat.

Air perlahan merembes ke permukiman warga. Di sejumlah titik, genangan mulai memasuki rumah penduduk dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai 50 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat warga di kawasan rawan banjir mulai meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian, hingga pemantauan terakhir, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang terpaksa mengungsi.

Menyikapi kondisi itu, Polsek Tanjung Pura bergerak melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak.

Kapolsek Tanjung Pura AKP Donny P. Simatupang, S.H., M.H., didampingi Wakapolsek IPTU Ardiansyah Sirait, S.H., bersama sejumlah personel, turun langsung melihat kondisi warga sekaligus memantau perkembangan ketinggian air.

Di Lingkungan X, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, genangan mencapai sekitar 30 sentimeter dan berdampak terhadap 50 kepala keluarga.

Kondisi hampir serupa terlihat di Lingkungan XI. Sekitar 60 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air yang juga berkisar 30 sentimeter.

Genangan juga merendam Dusun I Desa Paya Perupuk. Di wilayah ini, air mencapai sekitar 30 sentimeter dan berdampak terhadap 40 kepala keluarga.

Sementara di Dusun II dan Dusun V Desa Perkubuan, masing-masing sekitar 40 dan 30 kepala keluarga turut terdampak genangan dengan ketinggian air yang relatif sama.

Adapun genangan tertinggi terpantau di Dusun Teratai, Desa Teluk Bakung. Di kawasan tersebut, ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter dan berdampak terhadap kurang lebih 30 kepala keluarga.

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., melalui Kapolsek Tanjung Pura AKP Donny P. Simatupang, mengatakan keberadaan personel di lapangan bukan semata-mata untuk melihat ketinggian air.

Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan warga tetap aman dan siap mendapat bantuan apabila kondisi sewaktu-waktu memburuk.

“Personel terus melakukan monitoring perkembangan debit dan ketinggian air. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, BPBD serta instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan situasi,” ujar AKP Donny.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Warga juga diminta mengamankan barang berharga, surat-surat penting dan kebutuhan lainnya ke tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi apabila ketinggian air meningkat.

Tak hanya menyambangi permukiman, personel Polsek Tanjung Pura juga memantau kondisi waduk.

Dua unit mesin saat ini dioperasikan untuk membantu membuang air dari waduk menuju sungai. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi bertambahnya genangan di permukiman warga.

Polsek Tanjung Pura juga telah menyiapkan langkah kontingensi jika debit dan ketinggian air terus meningkat, termasuk kemungkinan melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di lokasi paling terdampak.

Di tengah genangan yang mulai menyentuh sejumlah permukiman, arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Tanjung Pura masih berjalan normal.

Badan jalan juga masih dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, personel Polsek Tanjung Pura tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan genangan meluas hingga mengganggu akses jalan.

Jika kondisi tersebut terjadi, petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala. Apabila masyarakat membutuhkan bantuan, bisa menghubungi Call Center 110 Polres Langkat atau petugas kepolisian terdekat. Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama kami,” tegas AKP Donny.

Hingga Senin sore, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Tanjung Pura masih aman dan kondusif.

Kehadiran polisi di tengah warga menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memastikan masyarakat tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.

Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar setiap perkembangan dapat ditangani secara cepat, tepat dan humanis.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pelayanan dan perlindungan Polri kepada masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.