Kapolres Aceh Timur Imbau Warga Sampaikan Aspirasi HGU dan Jadup secara Damai

Aceh21 Dilihat

Aceh Timur,. An.(RK) Inspirasipublik.news

Persoalan hak guna usaha (HGU) hingga jaminan hidup (jadup) yang mendorong masyarakat berencana menyampaikan aspirasi kepada Bupati Aceh Timur mendapat perhatian aparat kepolisian. Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., mengimbau warga agar menyampaikan tuntutan secara tertib dan damai tanpa mengabaikan hak masyarakat lainnya.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolres saat memantau simulasi pengamanan unjuk rasa di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Rabu (7/10/2026) pagi.

Kapolres mengatakan, pihaknya telah memperoleh informasi mengenai rencana sejumlah warga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah terkait persoalan HGU dan jadup.

Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, hak tersebut harus dihormati dan dilindungi, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta ketertiban umum.

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar dilakukan secara tertib, damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman, sekaligus menjaga agar situasi tetap kondusif,” ujar Aris.

Ia menegaskan, perbedaan pendapat dan tuntutan merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Penyelesaiannya, kata dia, perlu mengedepankan komunikasi dan dialog agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan keamanan.

“Silakan sampaikan dengan cara yang baik. Jangan sampai persoalan yang ingin diperjuangkan justru berkembang menjadi gangguan keamanan atau merugikan masyarakat lainnya. Tugas kami adalah mengawal agar hak menyampaikan pendapat tetap berjalan, tetapi ketertiban dan keamanan juga harus terjaga,” tegasnya.

500 Personel Disiapkan, Skenario Pengamanan Diperagakan

Kesiapan aparat menghadapi berbagai kemungkinan dalam pengamanan aksi unjuk rasa turut diperlihatkan melalui simulasi yang melibatkan sekitar 500 personel gabungan.

Personel tersebut terdiri atas anggota Polres Aceh Timur, Polres Aceh Utara, Polres Langsa, Brimob Polda Aceh dan BPBD Kabupaten Aceh Timur.

Dalam simulasi itu, aparat memperagakan sejumlah skenario penanganan unjuk rasa, mulai dari situasi hijau, kuning hingga merah, sebagai gambaran tahapan penanganan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Kapolres mengatakan, simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya mematangkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan saat mengamankan penyampaian pendapat di muka umum.

Namun, pengamanan aksi, menurutnya, tidak semata-mata berorientasi pada tindakan kepolisian. Pendekatan persuasif dan komunikasi dengan peserta aksi tetap menjadi bagian penting agar situasi dapat dikendalikan tanpa mengabaikan hak masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan pada saat yang sama situasi keamanan tetap terjaga. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Aceh Timur tetap aman, damai dan kondusif,” ujarnya.

Simulasi tersebut turut dihadiri Dandim 0104/Aceh Timur, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh Kompol Muzakir serta Wakapolres Aceh Timur Kompol H. Abdul Muin, S.H., M.M.

(Winda/Radit/Edi/Muklis/Usman/Zul/MayJ Jimbrown)