Kapolri: 92 dari 97 Laporan Karhutla Naik Penyidikan, Korporasi Didalami

Berita Polri20 Dilihat

Jakarta, Kamis 15 Oktober 2026. An.(RK) Inspirasipublik.news

Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penegakan hukum, pemadaman di wilayah terdampak, serta penguatan pencegahan dan deteksi dini. Dari 97 laporan polisi (LP) terkait karhutla, sebanyak 92 laporan telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, penyidik kini mendalami sejumlah perkara yang mengarah pada dugaan keterlibatan korporasi. Namun, proses pemeriksaan masih berjalan untuk mengungkap pihak yang harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

“Kita lakukan penyelidikan, dari 97 LP, menjadi 92 naik sidik. Kemudian sekarang ini sudah mengerucut pada korporasi yang sedang kita periksa,” ujar Kapolri di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, pengusutan perkara masih berlangsung. Hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah penyidik menetapkan pihak terkait berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.

“Ya tentunya sedang dalam proses penyidikan, nanti kalau sudah kita tetapkan akan kita ekspos oleh Pak Kabareskrim,” katanya.

Penanganan tersebut menunjukkan bahwa upaya mengatasi karhutla tidak hanya bertumpu pada pemadaman api, tetapi juga penelusuran dugaan pelanggaran hukum. Meski demikian, penetapan tanggung jawab pidana tetap harus didasarkan pada alat bukti dan proses hukum yang berlaku.

Dalam perkembangan penanganan perkara hingga 13 Oktober 2026, Bareskrim Polri juga mengungkap penanganan kasus yang melibatkan korporasi dan perorangan. Data yang disampaikan menyebutkan sembilan tersangka dalam perkara korporasi serta 223 tersangka dalam perkara perorangan.

Proses hukum terhadap perkara-perkara tersebut terus dikembangkan berdasarkan hasil penyidikan dan bukti yang ditemukan di lapangan.

Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Selain penegakan hukum, Polri mengoptimalkan operasi pemadaman di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla. Penguatan dilakukan melalui pengerahan personel serta pemanfaatan sarana pendukung untuk menjangkau titik api, termasuk di kawasan yang sulit diakses.

Kapolri menyebutkan, evaluasi operasional terus dilakukan agar upaya pemadaman berjalan lebih efektif. Sejumlah peralatan, seperti X-Fire, sepeda motor trail, dan kendaraan ATV, digunakan untuk membantu personel menjangkau lokasi kebakaran.

“Kita menguatkan operasi di kewilayahan, untuk memadamkan api dengan berbagai cara termasuk penggunaan X-Fire, kemudian dengan menggunakan motor trail, ATV, untuk bisa tembus ke daerah yang menjadi titik api,” ungkapnya.

Di sisi pencegahan, Polri memperkuat kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), kesiapan personel, koordinasi lintas sektor, serta pelibatan masyarakat. Langkah ini diarahkan untuk mendeteksi potensi kebakaran lebih awal dan mencegah api meluas.

Polri juga mendorong upaya mengurangi dampak karhutla terhadap kehidupan masyarakat. Langkah tersebut mencakup edukasi pencegahan kebakaran, pembentukan kelas aman asap bagi pelajar, serta pendampingan psikologis bagi warga terdampak.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polri mengajak masyarakat turut menjaga lingkungan, menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, dan segera melaporkan titik api kepada petugas.

Kolaborasi kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus menekan risiko kebakaran berulang.