Selatpanjang || Inspirasipublik.news — Warga Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menaruh harapan terhadap program swakelola dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang sebelumnya dinilai efektif membantu perbaikan jalan lingkungan di sejumlah kawasan permukiman.
Program swakelola tersebut selama ini menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperbaiki jalan-jalan kecil di lingkungan rumah, gang sempit, hingga akses permukiman yang kerap luput dari proyek pembangunan berskala besar.
Sebelum program swakelola berjalan, perbaikan jalan lingkungan umumnya bergantung pada usulan Rukun Tetangga (RT) melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) atau bantuan pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD. Kondisi itu menyebabkan tidak seluruh jalan rusak dapat terakomodasi.
Namun, sejak program swakelola dijalankan oleh Dinas PUPR, banyak jalan lingkungan yang sebelumnya rusak mulai diperbaiki secara bertahap. Meski anggarannya tidak sebesar proyek jalan kabupaten, program tersebut dinilai memiliki jangkauan luas dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tokoh masyarakat Selatpanjang, Hamzah, mengatakan program swakelola memberikan dampak nyata bagi warga karena proses pengerjaannya dinilai cepat dan tepat sasaran.
“Hasilnya langsung terasa. Jalan yang sebelumnya becek menjadi kering, yang berlubang menjadi rata. Masyarakat senang karena manfaatnya cepat dirasakan,” ujarnya.
Kini, setelah program tersebut tidak lagi berjalan, masyarakat kembali mempertanyakan kelanjutannya. Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR Kepulauan Meranti, dapat kembali mengaktifkan program swakelola demi mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur lingkungan.
Harapan masyarakat pun sederhana, yakni terwujudnya lingkungan permukiman yang tertata dengan akses jalan yang layak dan aman dilalui. Warga menilai jalan lingkungan yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan wajah Kota Sagu yang rapi, nyaman, dan berkembang.
Program swakelola juga dinilai bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi menjadi bentuk kehadiran pemerintah hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.
(Amir Hasan)












