Menguatkan Persaudaraan dan Do’a, Hendriko Sisihkan Waktu Jenguk Muazzin di Rumah Sakit

Aceh Tamiang54 Dilihat

Aceh Tamiang, An.Edwin wartawan inspirasipublik.news

Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas, Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Tamiang, Hendriko Lubis, menyempatkan diri menjenguk Muazzin yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, Rabu (23/9/2026).

Muazzin merupakan Pembina SWI, Anggota DPRK Aceh Tamiang sekaligus Pendiri Mitra Zona Nusantara (MZN) Foundation. Saat dikunjungi, Muazzin sedang menjalani perawatan di Ruang Lindung Bulan, Lantai II, RSUD Aceh Tamiang.

Kunjungan Hendriko bukan sekadar silaturahmi. Ada kepedulian dan rasa persaudaraan yang ingin disampaikan kepada seorang sahabat yang sedang menjalani ujian kesehatan.

Dalam suasana penuh keakraban, Hendriko menyampaikan doa dan harapan agar Muazzin segera diberikan kesembuhan, kekuatan serta kembali dapat beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

“Semoga Bang Muazzin segera diberikan kesembuhan dan kekuatan. Kita semua mendoakan agar beliau kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa. Kunjungan ini adalah bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan,” ujar Hendriko.

Menurut Hendriko, persaudaraan tidak hanya dibangun ketika semua berada dalam keadaan baik. Justru ketika seorang sahabat sedang terbaring sakit, kepedulian menjadi sesuatu yang paling berarti.

“Hubungan sesama pengurus dan anggota organisasi jangan hanya terjalin dalam kegiatan formal. Ketika ada saudara kita yang sedang sakit, kita harus hadir memberikan doa dan dukungan. Karena organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh program, tetapi juga oleh rasa persaudaraan,” katanya.

Hendriko menegaskan, dalam kondisi seperti ini, berbagai urusan dan kesibukan dapat dikesampingkan sejenak. Sebab, kesehatan dan kemanusiaan jauh lebih utama.

“Paling utama saat ini adalah kesehatan. Urusan organisasi bisa menunggu. Ketika seorang sahabat dan saudara sedang sakit, yang kita kedepankan adalah kepedulian, doa dan dukungan moral,” tuturnya.

Hendriko Lubis berharap saudara ku Muazzin segera pulih dan sehat walafiat, dapat kembali berkumpul bersama keluarga, masyarakat serta rekan-rekan organisasi.

Sebab, terkadang kehadiran sederhana di sisi orang yang sedang sakit jauh lebih berarti daripada seribu kata tentang persaudaraan. Di saat seseorang sedang terbaring, doa dan kepedulian menjadi bentuk kasih yang tak ternilai.

“Seorang sahabat sedang sakit, yang paling berarti bukan banyaknya kata-kata, tetapi kehadiran, doa dan dukungan. Saudara dan sahabat yang tahu peduli ketika kita sedang membutuhkannya,” tutupnya.