Kepulauan Meranti,. An.Harfilin wartawan inspirasipublik.news
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menargetkan peremajaan tanaman kelapa seluas 3.500 hektare pada 2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus mendorong hilirisasi agar petani tidak terus bergantung pada penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, mengatakan pengembangan komoditas kelapa harus diarahkan pada peningkatan nilai tambah. Selain memperbarui tanaman yang sudah tua, pemerintah daerah perlu mendorong pengolahan hasil perkebunan menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Hal itu disampaikan Asmar saat menghadiri syukuran petani kelapa se-Kecamatan Rangsang di kediaman Khairul Amri, Jalan A. Yani, Desa Citra Damai, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 10 kelompok tani penerima program peremajaan kelapa tahap pertama. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan petani dalam menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung petani, termasuk melalui pengembangan hilirisasi agar kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujar Asmar.
Menurutnya, peremajaan diperlukan untuk mengganti tanaman kelapa yang sudah tua dengan tanaman baru yang diharapkan mampu menghasilkan produksi lebih baik. Namun, peningkatan produktivitas perlu diikuti penguatan pengolahan dan pemasaran agar manfaat ekonomi yang diterima petani semakin besar.
Asmar juga mengajak generasi muda melihat perkebunan kelapa sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital.
“Generasi muda harus melihat perkebunan kelapa bukan hanya sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan teknologi dan pemasaran digital,” katanya.
Rangsang Jadi Salah Satu Sasaran Utama
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti, Ifwandi, menjelaskan bahwa target peremajaan kelapa tahun 2026 mencapai 3.500 hektare yang tersebar di delapan kecamatan.
Kecamatan Rangsang menjadi salah satu wilayah dengan sasaran peremajaan terbesar. Luas lahan yang ditargetkan di kecamatan tersebut mencapai hampir separuh dari keseluruhan target program.
Pada tahap pertama, sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman. Bantuan tersebut, menurut Ifwandi, telah ditanam di lahan masyarakat.
“Pada tahap pertama, sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman. Bantuan tersebut telah ditanam di lahan masyarakat,” kata Ifwandi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan peremajaan tidak cukup diukur dari tersalurkannya bantuan maupun terlaksananya penanaman. Pemeliharaan tanaman dan pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan pertumbuhan kelapa berjalan optimal.
Karena itu, pemantauan perlu dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan kelompok tani agar perkembangan tanaman di lapangan dapat diketahui dan kendala yang muncul bisa segera ditangani.
Ifwandi turut mengapresiasi Asosiasi Peremajaan Kelapa Kecamatan Rangsang yang menginisiasi kegiatan syukuran tersebut. Keterlibatan petani dan masyarakat dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Para petani menyambut baik program peremajaan itu. Mereka berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyediaan bibit dan penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan, peningkatan produktivitas, akses pasar, serta pengembangan industri pengolahan kelapa.
Penguatan aspek tersebut dinilai penting agar hasil perkebunan tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.
Bagi Kepulauan Meranti, kelapa merupakan salah satu komoditas yang menopang perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah yang bergantung pada sektor perkebunan. Peremajaan tanaman dan pengembangan hilirisasi diharapkan dapat memperkuat posisi komoditas tersebut dalam mendorong ekonomi daerah.
Usai menghadiri syukuran petani kelapa, Asmar melanjutkan agenda dengan meninjau progres rehabilitasi fasilitas SDN 3 Teluk Samak. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan serta memastikan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh siswa dan tenaga pendidik.
Turut hadir dalam kegiatan syukuran tersebut sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Rangsang, serta undangan lainnya.








