Muhammad Zakiruddin: Santri Bukan Sekadar Penjaga Agama, tetapi Pilar Masa Depan Bangsa

Aceh28 Dilihat

Banda Aceh,. An.(RK) Inspirasipublik.news

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, Muhammad Zakiruddin, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Menurut Zakiruddin, santri memiliki posisi penting bukan hanya sebagai penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga sebagai generasi penerus yang turut menentukan arah masa depan Indonesia.

“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga penjaga moral bangsa dan generasi penerus yang akan menentukan masa depan Indonesia. Dari dayah, lahir generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak, berintegritas, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air,” ucapnya.

Zakiruddin juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan santri dan peningkatan kualitas dayah agar mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.

Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, santri diharapkan mampu memadukan pemahaman agama dengan wawasan modern. Perpaduan tersebut menjadi bekal untuk membangun generasi yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Jangan pernah meremehkan langkah seorang santri. Dari kesederhanaan kehidupan dayah, dapat lahir pemimpin besar, dari ketekunan menuntut ilmu, tumbuh kebijaksanaan dan dari akhlak yang mulia, berdiri kokoh masa depan bangsa,” jelasnya.

Peringatan HSN juga menjadi kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada para ulama, pimpinan dayah, guru, ustadz, dan seluruh keluarga besar pesantren yang selama ini berperan dalam mendidik serta membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Semangat Hari Santri, karena itu, tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan pendidikan, pembinaan akhlak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan negara.

Santri menguatkan negeri bukan sekadar slogan. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk menjaga akhlak, merawat persatuan, dan menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang maju, adil, dan bermartabat.

“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga para santri terus menjadi cahaya bagi umat, kebanggaan Aceh, dan kekuatan bagi Indonesia. Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” demikian akhir penutup dari Zakiruddin.