Pascabencana, Pemkab Aceh Tamiang Dorong Warga Bangkit Lewat Ekonomi Kreatif

Aceh Tamiang59 Dilihat

Aceh Tamiang, An.Edwin wartawan inspirasipublik.news

Pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabencana terus didorong melalui penguatan keterampilan dan kompetensi. Salah satunya dengan membuka peluang baru di sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner.

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi subsektor kuliner dengan skema barista yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026).

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs Armia Pahmi, M.H., mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam kegiatan yang diharapkan mampu menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk kembali bangkit setelah diterpa bencana.

Bupati Armia Pahmi mengapresiasi pelaksanaan pelatihan sekaligus sertifikasi tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat merupakan langkah strategis untuk membuka peluang usaha serta lapangan kerja baru.

Terlebih, pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara mengenai pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk kembali menggerakkan roda perekonomian.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengingatkan masyarakat agar tidak terus larut dalam bayang-bayang musibah yang telah berlalu.

Menurutnya, keterampilan dan sertifikasi profesi dapat menjadi modal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas kesempatan kerja, sekaligus membangun usaha secara mandiri.

Ia bahkan menyebut peluang bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi terbuka luas, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga hingga ke mancanegara.

“Jangan dianggap remeh, karena tiga atau lima tahun ke depan, kita tidak sadar sudah bekerja di sebuah kafe di Eropa atau kapal pesiar. Peluang terbuka lebar di Nusantara hingga luar negeri,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan sederhana yang ditekuni secara serius dapat menjadi jalan menuju kesempatan yang lebih besar.

Dalam pelatihan itu, peserta tidak hanya diajarkan cara meracik kopi. Mereka juga dibekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif, Adi M. Rivai, menjelaskan kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua batch. Sebanyak 112 peserta mengikuti batch pertama, sedangkan 82 peserta mengikuti batch kedua.
Peserta yang dinyatakan kompeten memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikat tersebut menjadi bukti kompetensi yang dapat digunakan sebagai salah satu modal memasuki dunia industri maupun mengembangkan usaha sendiri.

Suasana pelatihan pun berlangsung lebih hidup ketika Bupati Armia Pahmi turut meracik kopi bersama para peserta barista. Ia juga mencicipi langsung hasil racikan yang disajikan peserta.

Dari secangkir kopi yang diracik para peserta, terselip harapan yang lebih besar: keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi mampu menjadi bekal untuk membuka usaha, mendapatkan pekerjaan, dan menghidupkan kembali perekonomian masyarakat.

Bagi Aceh Tamiang yang tengah menata kembali kehidupan pascabencana, keterampilan menjadi bagian penting dari proses bangkit. Sebab, pemulihan tidak cukup hanya dengan membangun kembali apa yang rusak, tetapi juga menyiapkan manusia agar mampu berdiri dan bergerak kembali.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Plt Sekda Aceh Tamiang, para kepala SKPK terkait, peserta pelatihan serta undangan lainnya.