Program Siaga Bencana Tanah Luas Disorot, Ketua Forum Buka Suara: Baru 9 dari 57 Desa Terealisasi

Aceh53 Dilihat

ACEH UTARA, An.Pase wartawan inspirasipublik.news

Polemik program siaga bencana di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, mulai terang. Ketua Forum Kecamatan Tanah Luas, Al Halim, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Al Halim mengakui bahwa program siaga bencana tersebut memang ada dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Namun, hingga 22 September 2026, program tersebut disebut baru terealisasi di 9 dari total 57 desa.

“Memang saya pernah dihubungi Ketua PWI Kota Lhokseumawe. Saya membenarkan bahwa ada program siaga bencana. Dana memang dikumpulkan melalui saya dan sampai saat ini baru sembilan dari 57 desa yang terealisasi,” ungkap Al Halim kepada awak media, Selasa (22/9/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus membuka fakta bahwa masih terdapat 48 desa yang belum disebut terealisasi dalam program tersebut.

Al Halim berharap program siaga bencana tidak berhenti di sebagian desa saja. Ia meminta agar pelaksanaannya dapat berlanjut hingga seluruh desa di Aceh Utara, terlebih masyarakat kini menghadapi potensi bencana yang meningkat seiring musim hujan.

Tegaskan Danramil Tidak Terlibat

Di tengah sorotan tersebut, Al Halim secara tegas membantah adanya kaitan persoalan program siaga bencana dengan Danramil Tanah Luas.

“Masalah ini tidak ada kaitannya dengan Danramil Tanah Luas,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Al Halim juga mengaku telah menghubungi AD yang disebut sebagai sumber dalam pemberitaan media harian Paparazzi.

Menurut Al Halim, dari komunikasi yang dilakukan, AD menyatakan tidak pernah memberikan keterangan kepada media tersebut.

“Saya juga telah menghubungi AD selaku sumber pada media harian Paparazzi, dan yang bersangkutan tidak pernah memberikan keterangan apa pun pada media tersebut,” katanya.

Klarifikasi ini sekaligus meminta agar informasi mengenai program tersebut tidak berkembang liar tanpa konfirmasi dari pihak yang disebut maupun pihak yang memiliki kewenangan.

Al Halim menegaskan, pemberitaan maupun informasi yang berkembang seharusnya berpijak pada fakta, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Tokoh Masyarakat: Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

Sementara itu, tokoh masyarakat Tanah Luas, Tantawi, justru memberikan dukungan terhadap program siaga bencana tersebut.

Menurut Tantawi, kesiapsiagaan bukan sesuatu yang bisa ditunda. Masyarakat Tanah Luas, kata dia, memiliki pengalaman menghadapi banjir dan longsor sehingga langkah antisipasi semestinya dipersiapkan sebelum bencana kembali terjadi.

“Kami mendukung program ini karena menyangkut keselamatan masyarakat. Kritik dan pengawasan silakan dilakukan, tetapi jangan sampai menghambat upaya kesiapsiagaan bencana,” tegas Tantawi.

Tantawi menilai, seluruh pihak memiliki ruang untuk melakukan pengawasan dan mempertanyakan mekanisme program. Namun, pengawasan tersebut diharapkan tidak berubah menjadi hambatan terhadap upaya perlindungan masyarakat.

“Jangan menunggu bencana terjadi baru bergerak. Kalau program ini memang untuk kesiapsiagaan masyarakat, maka harus direalisasikan secara jelas dan terbuka,” ujarnya.