Santri, UMKM, dan Ekonomi Syariah: Tiga Kekuatan yang Bisa Mengguncang Masa Depan Ekonomi Indonesia

Oleh: Adhifatra Agussalim Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh

Aceh5 Dilihat

Banda Aceh,. An.(RK) Inspirasipublik.news

Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pengusaha muda dan penggerak ekonomi bangsa. Jika kekuatan santri dipadukan dengan UMKM dan ekonomi syariah, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan berdaya saing.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri perlu dibekali keterampilan kewirausahaan, literasi keuangan, pemasaran digital, dan kecerdasan buatan (AI). Pesantren dapat menjadi pusat lahirnya wirausaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan.

Di sisi lain, UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat harus didorong naik kelas melalui akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, sertifikasi halal, dan perluasan pasar. Sementara itu, ekonomi syariah harus hadir bukan sekadar sebagai label, melainkan sebagai sistem yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, amanah, dan kebermanfaatan.

Sebagai Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh, saya melihat peluang besar untuk menghubungkan pesantren, UMKM, dan lembaga keuangan syariah dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat. Aceh memiliki modal sosial, tradisi keislaman, dan potensi produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.
Namun, semua itu membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, pesantren, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan generasi muda. Kita tidak boleh berhenti pada seremoni dan pelatihan, tetapi harus memastikan lahirnya usaha produktif, lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Santri harus berani berwirausaha, UMKM harus berani bertransformasi, dan ekonomi syariah harus mampu memberikan manfaat nyata.

Jika ketiganya bergerak bersama, bukan mustahil mereka menjadi kekuatan besar yang mengubah masa depan ekonomi Indonesia, dimulai dari daerah hingga tingkat nasional.