SKK Migas dan KKKS Sumut Jalin Silaturahmi dengan Pemprov Sumut, Bahas Investasi Migas dan Pengembangan Lapangan Secanggang

SUMUT226 Dilihat

Medan || Inspirasipublik.news — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumatera Utara melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (11/5/26).

Kunjungan ini bertujuan mempererat koordinasi dan sinergi antara industri hulu minyak dan gas bumi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong pembangunan daerah melalui peningkatan investasi sektor migas.

Dalam pertemuan tersebut, SKK Migas dan KKKS memaparkan perkembangan operasional industri hulu migas di Sumatera Utara, termasuk rencana pengembangan Lapangan Secanggang yang dikelola EMP Gebang Limited (Japex-EMP) di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura. Pengembangan tersebut direncanakan melalui pengeboran dua sumur baru yang akan dimulai pada Agustus 2026.

Wakil Gubernur Sumut, H. Surya, B.Sc, menegaskan pentingnya percepatan birokrasi dan proses perizinan guna mendukung realisasi investasi migas di Sumatera Utara.

“Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi,” ujar Surya.

Menurutnya, percepatan investasi sangat penting agar manfaat ekonomi dari sektor migas dapat segera dirasakan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumut, lanjutnya, berkomitmen mendukung kelancaran investasi migas di daerah.

Selain membahas investasi, Surya juga meminta Pertamina dan instansi terkait membantu penyelesaian legalisasi sumur-sumur tua milik masyarakat. Hal tersebut dinilai penting agar pengelolaan sumur minyak rakyat dapat dilakukan secara legal, aman, dan memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat sekitar.

“Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), C.W. Wicaksono, menjelaskan bahwa wilayah Sumbagut memiliki peran strategis terhadap produksi migas nasional.

“Wilayah Sumbagut berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total produksi migas nasional. Dari sekitar 900 hingga 1.000 sumur yang ada, sebanyak 60 persen kegiatan operasional berada di wilayah Sumbagut,” ungkap Wicaksono.

Ia juga menyampaikan komitmen SKK Migas untuk membawa investasi sekitar US$300 juta ke wilayah Sumatera Utara dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah, karena tantangan investasi pada periode 2025 hingga 2030 akan semakin sulit,” tambahnya.

Selain itu, SKK Migas berencana memfasilitasi pemerintah daerah dan BUMD melakukan studi banding ke Jambi atau Sumatera Selatan guna mempelajari tata kelola sumur tua yang melibatkan koperasi dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, SKK Migas juga melaporkan perkembangan positif lapangan migas tertua di Indonesia yang berada di Pangkalan Susu. Hasil pengujian di Pulau Panjang disebut menunjukkan perkembangan yang baik untuk mendukung pasokan gas industri di Sumatera Utara.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut di antaranya Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut C.W. Wicaksono, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut Julius Sebastian, General Manager EMP Gebang Limited (Japex-EMP) Fuminori Kaneko, Deputy GM EMP Gebang Limited Resha Ramadian, GM EMP Tonga Nita Apriyani, GM APGWI Mohammad Yasin Abdulfatah, Pertamina EP Field Pangkalan Susu dan Rantau, serta Asosiasi Perusahaan Gas Bumi Wilayah Indonesia (APGWI) dan undangan lainnya.

(Hermansyah)

.