Tengku M. Tasa Nahkodai Percasi Aceh Tamiang, Unggul 13-10 dari Zulherman

Aceh Tamiang40 Dilihat

Aceh Tamiang. An.(RK) Wartawan inspirasipublik.news

Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Aceh Tamiang akhirnya menemukan nahkoda baru.

Tengku M. Tasa terpilih sebagai Ketua Percasi Aceh Tamiang setelah mengantongi 13 suara, mengungguli Zulherman alias Yong Cik yang memperoleh 10 suara dalam pemilihan yang berlangsung di Idola Kafe, Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Jumat (2/10/2026).

Perolehan 13-10 tersebut sekaligus mengakhiri persaingan dua kandidat yang sebelumnya sama-sama menyatakan kesiapan membawa Percasi Aceh Tamiang ke arah yang lebih baik.

Dalam proses penghitungan suara, dukungan peserta terbelah cukup ketat. Tengku M. Tasa meraih 13 suara, sementara Zulherman memperoleh 10 suara. Selisih tiga suara itu akhirnya mengantarkan Tengku M. Tasa sebagai peraih suara terbanyak sekaligus menjadi ketua terpilih.

Namun, kemenangan dalam pemilihan bukanlah garis akhir.

Di balik angka 13 suara, terbentang pekerjaan yang tidak ringan. Percasi Aceh Tamiang dituntut tidak sekadar hidup ketika ada turnamen, tetapi mampu membangun pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan.

Regenerasi pecatur muda, peningkatan kualitas atlet dan pelatih, memperbanyak kompetisi serta menghidupkan klub-klub catur menjadi tantangan yang menunggu kepengurusan baru.

Amanah tersebut juga membawa pesan agar kepengurusan baru tidak berjalan sendiri. Atlet, pelatih, klub, komunitas hingga para pencinta catur perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga catur di Aceh Tamiang.

Sementara itu, perolehan 10 suara yang diraih Zulherman alias Yong Cik menunjukkan dukungan yang cukup besar dalam kontestasi tersebut. Selisih tiga suara memperlihatkan pemilihan berlangsung dengan dukungan yang relatif terbagi di antara dua kandidat.

Karena itu, setelah Muscab usai, tantangan berikutnya bukan lagi soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kekuatan tersebut dapat kembali dipertemukan dalam satu gerak untuk membesarkan Percasi Aceh Tamiang.

Kepemimpinan Tengku M. Tasa kini diuji oleh pekerjaan nyata: menyusun kepengurusan, merancang program pembinaan, memberi ruang lebih luas bagi pecatur muda dan memastikan atlet Aceh Tamiang memiliki kesempatan bertanding secara berkelanjutan.

Sebab, di atas papan catur, kemenangan memang ditentukan oleh langkah terbaik. Tetapi dalam membangun sebuah organisasi olahraga, keberhasilan ditentukan oleh kemampuan merangkul banyak pihak dan menjaga langkah tetap berjalan bersama.