Warga Keluhkan Debu dan Rumah Retak, EMP Gebang Limited Turun Langsung: 15 Rumah Segera Diperbaiki

SUMUT36 Dilihat

An.Hermansyah wartawan inspirasipublik.news

Ketika debu beterbangan dan dinding rumah mulai menunjukkan retakan, keresahan warga Dusun VII dan VIII Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, akhirnya mendapat perhatian serius.

Tak ingin persoalan berlarut, tim tenaga kerja dari perwakilan PT EMP Gebang Limited turun langsung ke permukiman warga, Sabtu (29/8/2026). Mereka mendatangi satu per satu rumah yang disebut terdampak aktivitas mobilisasi kendaraan perusahaan yang melintasi kawasan permukiman.

Sebelumnya, keresahan warga sempat memuncak. Sejumlah warga Dusun I Desa Pekubuan bahkan menghentikan kendaraan pengangkut barang milik perusahaan yang melintas di kawasan permukiman.

Warga mengeluhkan debu yang ditimbulkan mobilisasi armada hingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, getaran dari kendaraan berat yang melintas juga disebut berdampak terhadap sejumlah rumah warga yang mengalami keretakan.

Persoalan tersebut kemudian dibawa ke meja pertemuan antara masyarakat, Pemerintah Desa Pekubuan dan pihak perusahaan. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak melakukan rembuk untuk mencari jalan keluar terbaik.

Hasilnya, kesepakatan pun tercapai.

Warga dan perwakilan perusahaan sepakat memenuhi tujuh poin permintaan masyarakat, termasuk penanganan terhadap warga yang terdampak aktivitas mobilisasi armada perusahaan.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan berjabat tangan antara kedua pihak sebagai simbol berakhirnya ketegangan sekaligus dimulainya penyelesaian persoalan secara bersama-sama.

Tak Sekadar Berjanji, Perusahaan Turun ke Rumah Warga

Yang menarik, kesepakatan itu tidak berhenti di atas kertas.

Untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kondisi di lapangan, perwakilan EMP Gebang Limited langsung melakukan pendataan rumah warga yang diduga terdampak.

Pantauan awak media, Sabtu (29/8/2026), tim perusahaan bersama kepala dusun turun ke Dusun VII dan Dusun VIII Desa Pekubuan. Mereka memeriksa kondisi rumah warga, menghitung bagian yang mengalami kerusakan, sekaligus mendata kebutuhan biaya perbaikan.

Tak hanya melakukan pendataan, perusahaan juga menyiapkan tenaga tukang dari masyarakat setempat untuk melakukan perbaikan rumah yang telah dinyatakan terdampak.

Langkah tersebut menjadi bentuk respons perusahaan terhadap keluhan warga yang selama ini berada di sekitar jalur mobilisasi armada.

Perwakilan EMP Gebang Limited mengatakan, pendataan tidak hanya dilakukan di Desa Pekubuan.

“Kami bukan hanya di Desa Pekubuan saja, Pak. Kami akan melakukan pendataan di empat desa yang menjadi lintasan mobilisasi, yaitu Desa Pekubuan, Pantai Cermin, Pematang Cengal dan Desa Bubun,” ujarnya kepada awak media.

15 Rumah Terdata di Dusun VII dan VIII

Sementara itu, Kepala Dusun VIII Desa Pekubuan, Ahmad Fauzi, mengatakan terdapat 11 rumah warganya yang masuk dalam pendataan sebagai rumah terdampak mobilisasi.

Sementara Kepala Dusun VII, Idris, menyebut terdapat empat rumah warga yang turut didata.

“Warga saya yang terkena dampak mobilisasi ada 11 rumah. Sedangkan di Dusun VII ada empat rumah. Jadi, total pendataan hari ini sebanyak 15 rumah. Semuanya sudah didata dan akan segera diperbaiki,” ujar Ahmad Fauzi, yang diamini Kepala Dusun VII Idris.

Dengan demikian, langkah cepat yang dilakukan EMP Gebang Limited bersama pemerintah desa dan masyarakat diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kerusakan rumah, tetapi juga meredakan keresahan warga di sepanjang jalur mobilisasi.

Sebab, bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lintasan kendaraan berat, persoalannya bukan semata tentang kendaraan yang lewat. Ada rumah yang harus tetap kokoh, udara yang harus tetap bisa dihirup dengan nyaman, dan ketenangan warga yang harus tetap dijaga.

Kini, setelah protes warga berubah menjadi meja perundingan dan kesepakatan mulai diwujudkan di lapangan, harapan baru pun muncul: aktivitas perusahaan tetap berjalan, sementara hak dan kenyamanan masyarakat tidak diabaikan.