Bupati Armia: Bantuan Pascabencana Jangan untuk Foya-foya, Bangkitkan Ekonomi Keluarga

Aceh Tamiang188 Dilihat

Aceh Tamiang, inspirasipublik.news

Bantuan pascabencana tidak boleh berhenti sebagai sekadar bantuan konsumtif. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, meminta warga penerima stimulus alat kerja memanfaatkannya untuk kembali menghidupkan mata pencaharian keluarga yang sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi.

Pesan itu disampaikan Armia saat menyerahkan bantuan alat kerja dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada warga terdampak bencana di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (11/8/2026).

“Stimulan yang diberikan jangan digunakan untuk foya-foya, pergunakan untuk usaha. Jadikan bantuan ini sebagai motivasi untuk berkarya,” tegas Armia.

Menurutnya, pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk kembali bekerja dan menghasilkan pendapatan.

Karena itu, stimulus dari berbagai pihak dinilai penting untuk mempercepat pemulihan sekaligus mendorong masyarakat terdampak agar kembali mandiri secara ekonomi.

Dalam program kolaborasi Yayasan Al-Maghfirah dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Pemkab Aceh Tamiang menyalurkan 500 unit bubu kepiting kepada 35 nelayan, 100 unit rice cooker kepada pelaku UMKM kuliner, serta 16 unit mesin jahit bagi penjahit lokal.

Tak hanya peralatan kerja, seluruh penerima manfaat juga didaftarkan dalam program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan iuran Rp16.800 per bulan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Langsa, Eriadi, mengatakan perlindungan tersebut diharapkan memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha kecil dalam membangun kembali perekonomian mereka setelah terdampak bencana.

Perlindungan yang diberikan antara lain mencakup biaya perawatan akibat kecelakaan kerja, penggantian penghasilan selama masa perawatan, hingga santunan apabila peserta meninggal dunia.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Al-Maghfirah, Ari Kuswanda, mengatakan bantuan peralatan usaha dan perlindungan sosial tersebut bersumber dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah keluarga besar BPJS Ketenagakerjaan.

Dana tersebut, kata dia, secara khusus dialokasikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Bantuan itu diharapkan bukan sekadar meringankan beban warga, tetapi menjadi modal untuk kembali bekerja, memulihkan pendapatan, dan menghidupkan lagi ekonomi keluarga pascabencana.
(RK)