Daya Tangkap Menurun, SKK Migas – EMP Gebang Bantu Nelayan Kepiting Bakau di Langkat dengan 280 Bubu

SUMUT27 Dilihat

Langkat,. An.Hermasyah Wartawan Inspirasipublik.news

Menurunnya daya tangkap menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan kecil yang menggantungkan penghasilan dari hasil laut dan kawasan pesisir. Di tengah kondisi tersebut, dukungan sarana usaha menjadi salah satu kebutuhan penting agar nelayan tetap dapat menjalankan aktivitasnya.

Kepedulian terhadap nelayan tradisional itu ditunjukkan perusahaan SKK Migas–EMP Gebang Limited dengan menyalurkan bantuan 280 unit alat tangkap bubu kepiting kepada kelompok nelayan kepiting bakau di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (5/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan kepada Andika, Sekretaris Kelompok Nelayan Bubu Kepiting Bakau Desa Bubun, yang beranggotakan 40 orang. Penyerahan berlangsung di kediaman Andika, Dusun VIII, Desa Bubun, dan dihadiri sekitar 20 anggota kelompok nelayan.

Turut hadir Abdi, Kasi Pemerintahan Desa Bubun, serta Hendri, Kepala Dusun VIII.

Bantuan bubu tersebut diberikan untuk mendukung nelayan yang menghadapi penurunan daya tangkap. Bagi nelayan kecil, ketersediaan alat tangkap merupakan bagian penting dalam menunjang pekerjaan sehari-hari sekaligus menjaga keberlangsungan penghidupan keluarga.

Menariknya, 280 unit bubu yang disalurkan tidak dibuat oleh pihak luar. Alat tangkap tersebut dikerjakan sendiri oleh anggota kelompok nelayan melalui proses yang memakan waktu tujuh hari kerja hingga seluruhnya selesai.

Keterlibatan para nelayan dalam pembuatan bubu menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat. Selain memperoleh dukungan sarana usaha, anggota kelompok juga terlibat langsung dalam proses penyediaan alat yang akan mereka gunakan untuk mencari kepiting bakau.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu nelayan mengoptimalkan kegiatan penangkapan, membuka peluang peningkatan produktivitas, serta memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir.

Namun, dampak nyata bantuan terhadap peningkatan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan masih perlu dilihat setelah seluruh bubu digunakan dalam kegiatan penangkapan.

Perwakilan Pemerintah Desa Bubun, Abdi, menyampaikan apresiasi kepada EMP Gebang Limited atas perhatian yang diberikan kepada kelompok nelayan di desanya.

Ia berharap dukungan serupa dapat berlanjut sehingga masyarakat, khususnya nelayan kecil, memperoleh perhatian yang berkesinambungan.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada perusahaan. Harapan kami, ke depan akan ada lagi perhatian dari perusahaan kepada masyarakat kami,” ujar Abdi.

Program bantuan tersebut juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan pertama tentang pengentasan kemiskinan.

Dukungan terhadap nelayan juga berkaitan dengan tujuan ke-14 tentang ekosistem laut, sepanjang kegiatan penangkapan dilakukan secara bertanggung jawab dan memperhatikan kelestarian sumber daya perairan.

Bagi nelayan kecil, bantuan alat tangkap bukan semata-mata soal jumlah bubu yang diterima. Lebih dari itu, ada harapan agar usaha yang mereka jalani tetap bertahan, hasil tangkapan dapat dioptimalkan, dan kebutuhan keluarga terus terpenuhi.

Pada akhirnya, keberhasilan program semacam ini tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan nelayan setelah alat tangkap digunakan.