Maulid Nabi di Kuala Genting, Babinsa Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

Aceh148 Dilihat

An.(Edwin) Wartawan Inspirasipublik.news.
(Sumber Pemdim 0117/Atam)

ACEH TAMIANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai keteladanan, persaudaraan dan kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Dakwah Islamiah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 yang digelar di Desa Kuala Genting, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa malam (25/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 04/Bendahara, Sertu Harmiadi. Ia hadir dan berbaur bersama masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam suasana penuh khidmat.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, tetapi sekaligus mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan warga binaannya.

Sertu Harmiadi mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menjaga persatuan, kerukunan, toleransi dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara bersama-sama memiliki nilai positif dalam membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan desa.

“Kegiatan keagamaan seperti ini sangat positif dalam mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan di lingkungan Desa Kuala Genting,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Kuala Genting berlangsung aman, tertib dan penuh kekhidmatan.

Dari momentum tersebut, diharapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya terdengar dalam lantunan dakwah, tetapi juga tumbuh dalam sikap dan perilaku masyarakat—menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan, menciptakan kedamaian serta membangun kehidupan desa yang semakin religius dan harmonis.