Meranti Cari Jalan Pangkas Biaya ke Malaysia, Pemkab Dorong Kapal Internasional Singgah di Tanjung Samak

Selatpanjang115 Dilihat

Selatpanjang, inspirasipublik.news

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai bergerak mencari jalan keluar atas keluhan masyarakat yang selama ini terbebani mahalnya biaya perjalanan menuju Malaysia. Salah satu opsi yang mengemuka adalah mendorong kapal internasional rute Selatpanjang–Malaysia singgah di Pelabuhan Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, sehingga warga tidak lagi harus transit di Selatpanjang.

Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, di Ruang Rapat Bupati, Senin (27/7/2026). Pertemuan dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang Dendi Surya Agung Nugraha, Kepala KSOP Selatpanjang Derita Di Prasetyo, Manager Operasional Pelindo Selatpanjang Bruri Sumantri, jajaran OPD, serta unsur terkait.

Rapat difokuskan membahas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Rangsang yang bekerja atau bepergian ke Malaysia. Selama ini, mereka harus lebih dahulu menuju Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang sebelum menyeberang ke Malaysia. Rute tersebut dinilai tidak efisien karena menambah biaya transportasi, bahkan tidak sedikit warga yang terpaksa menginap semalam menunggu jadwal kapal.

Bupati Asmar menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi yang berpihak kepada masyarakat tanpa mengabaikan ketentuan hukum maupun aspek keselamatan pelayaran.

“Kita ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat Meranti yang ingin berangkat ke Malaysia, namun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Asmar.

Selain mendorong kapal internasional singgah di Tanjung Samak, rapat juga membahas penambahan armada dan penyesuaian jadwal keberangkatan agar akses transportasi masyarakat Rangsang dan wilayah sekitarnya menjadi lebih cepat serta lebih hemat biaya.

Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang, Dendi Surya Agung Nugraha, menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan tersebut melalui pelayanan keimigrasian yang optimal, sepanjang tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Di Prasetyo, mengatakan usulan keberangkatan langsung dari Tanjung Samak menuju Malaysia masih memerlukan kajian teknis dan koordinasi lintas instansi sebelum dapat direalisasikan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga terus memperjuangkan peningkatan status pelabuhan di kawasan Rangsang menjadi pelabuhan internasional. Usulan tersebut telah diajukan kepada pemerintah pusat dan kini masih menunggu proses perizinan.

Jika terealisasi, keberadaan pelabuhan internasional di Rangsang diyakini tidak hanya memangkas biaya dan waktu tempuh masyarakat menuju Malaysia, tetapi juga memperkuat konektivitas transportasi laut, menggerakkan perekonomian daerah, serta membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Dalam rapat itu, Pelindo Selatpanjang juga memaparkan rencana peningkatan fasilitas Pelabuhan Tanjung Harapan, termasuk pembenahan ruang tunggu penumpang untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Bupati Asmar menegaskan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah yang konkret.

“Yang paling penting, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang mudah, aman, dan sesuai aturan,” pungkasnya.
(Harfilin)