“PUBLIK MERANTI MENANTI” Kasus Dugaan Korupsi Jangan Berhenti di Meja Pemeriksaan

Selatpanjang25 Dilihat

Selatpanjang, an.Karim wartawan inspirasipublik.news

Dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Kepulauan Meranti kini tak lagi sekadar menjadi bahan perbincangan di kedai kopi. Di tengah aroma kopi panas dan obrolan warga, muncul pertanyaan yang kian lantang: sampai di mana proses hukum perkara tersebut berjalan,…!!

Di salah satu kedai kopi di Selatpanjang, percakapan warga bahkan terdengar menyentil kinerja Aparat Penegak Hukum (APH).

Dengan logat Melayu khas Meranti, seorang warga nyeletuk, “Ngape lambat betol terungkap kasus dugaan korupsi di Meranti? Agak-agak oghang ni macam tu care kerjenye dak, atau sebaliknye ade bakwan di balek batu.”

Celetukan itu disambut kawannya dengan nada setengah bergurau, namun menyimpan keresahan.

“Cube kaghang budak kite curi telow ayam aje, bukan main sebok cepatnye sampai ke sidang. Yong ala, nasib badan,” ujarnya.

Percakapan itu mungkin hanya obrolan warung kopi. Namun, di balik gurauan tersebut terselip satu hal yang tidak bisa diabaikan: keresahan masyarakat terhadap lambannya kepastian sebuah perkara hukum.

Obrolan warga kemudian melebar pada kabar lain. Disebut-sebut, seorang saksi yang sebelumnya menjalani pemeriksaan diduga mengalami kepanikan setelah mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas, hingga akhirnya menjadi korban penipuan dan kehilangan uang sekitar Rp70 juta.

Informasi tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati dan tetap menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait. Namun, kabar yang beredar itu menunjukkan satu hal: perkara hukum yang tengah berjalan telah menjadi perhatian publik dan menyentuh ruang sosial masyarakat.

Kini masyarakat Meranti tidak sekadar ingin mendengar bahwa sebuah kasus sedang diproses. Mereka ingin melihat bagaimana proses itu berjalan, sejauh mana penyidikannya, serta kapan perkara tersebut menemukan titik terang.

Perhatian publik saat ini tertuju pada dugaan korupsi pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan perawatan kendaraan dinas pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2024.

Langkah hukum mencuat pada 8 September 2026. Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti melakukan penggeledahan di Kantor Bupati, tepatnya pada Bagian Umum Setdakab Meranti.

Penggeledahan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam penanganan perkara yang sedang didalami aparat penegak hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, hingga kini Kejari Meranti telah memeriksa 13 orang saksi dengan peran masing-masing guna membuat terang dugaan perkara tersebut.

Angka 13 saksi tentu bukan sekadar angka di atas kertas. Di balik setiap pemeriksaan ada keterangan yang harus diuji, dicocokkan dan dipertanggungjawabkan dalam proses hukum.

Karena itu, publik kini menunggu apa langkah berikutnya.

Masyarakat berharap proses hukum tidak berhenti pada penggeledahan dan pemeriksaan saksi. Jika alat bukti telah mencukupi, publik tentu menanti kejelasan mengenai siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

Sebaliknya, apabila proses penyidikan masih membutuhkan waktu, penjelasan yang terbuka dari aparat penegak hukum juga penting agar ruang publik tidak dipenuhi spekulasi.

Sebab pada akhirnya, masyarakat bukan hanya menunggu siapa yang ditetapkan sebagai tersangka.

Masyarakat Meranti sedang menunggu kepastian hukum.

Dan kepastian itu jauh lebih berharga daripada seribu cerita yang beredar dari meja ke meja kedai kopi.