Saat Banjir Lumpuhkan Komunikasi, RAPI Jadi Urat Nadi Informasi di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang226 Dilihat

Aceh Tamiang, inspirasipublik.news

Ketika banjir besar menerjang dan jaringan komunikasi publik lumpuh, suara dari radio menjadi salah satu pintu informasi yang tetap hidup. Kondisi itu dirasakan langsung saat bencana hidrometeorologi melanda Aceh Tamiang pada 2025.

Peran tersebut membuat Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, memberikan apresiasi kepada Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Tamiang yang dinilai konsisten menjaga jalur komunikasi dalam situasi darurat.

Apresiasi itu disampaikan Armia saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VI RAPI Aceh Tamiang di Syabab Kopi, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (8/8/2026).

“Pemerintah daerah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para relawan RAPI yang bekerja tanpa pamrih,” kata Armia.

Bupati kemudian mengenang kembali situasi kritis ketika banjir besar melanda Aceh Tamiang pada 2025. Saat itu, akses komunikasi dengan dunia luar sempat terputus selama beberapa hari.

Di tengah kondisi tersebut, relawan RAPI bersama Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) mengambil peran membuka jalur komunikasi dari lapangan. Informasi mengenai kondisi masyarakat dan kebutuhan bantuan dapat diteruskan sehingga koordinasi penanganan bencana tetap berjalan.

Armia menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberadaan jaringan komunikasi alternatif masih sangat dibutuhkan, terutama ketika infrastruktur komunikasi modern tidak dapat berfungsi akibat bencana.

Karena itu, ia berharap Muswil VI RAPI Aceh Tamiang mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid serta semakin aktif membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga terkait.

“Semoga RAPI terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya.

Ketua RAPI Daerah Aceh, H. Rahmat Thalib, mengatakan jaringan radio frekuensi masih menjadi salah satu tulang punggung komunikasi yang dapat diandalkan ketika sistem komunikasi digital mengalami gangguan.

Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi dari lokasi bencana sangat membantu proses koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan pemerintah daerah dan unsur pencarian serta pertolongan.

Sementara itu, Ketua RAPI Aceh Tamiang periode 2022–2026, Salbiah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan instansi yang selama ini mendukung kegiatan RAPI.

“Ibarat bunga mawar, ia tidak perlu propaganda untuk menyebarkan harumnya. Kebaikan dan pengabdian akan terasa dengan sendirinya di tengah masyarakat,” ungkap Salbiah.

Muswil yang digelar empat tahunan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan organisasi RAPI, khususnya dalam meningkatkan peran relawan komunikasi untuk mendukung mitigasi dan penanganan bencana di Aceh Tamiang.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua RAPI Daerah Aceh H. Rahmat Thalib, Ketua RAPI Aceh Tamiang masa bakti 2022–2026 Salbiah, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, unsur Forkopimda, serta jajaran pengurus RAPI dari Sumatera Utara, Kota Langsa, dan Aceh Timur.

(H.Lubis)